
Jakarta, adolescent-substance-abuse.com Indonesia
—
Ruben Onsu
menjawab rumor ada artis yang melakukan pesugihan ke Gunung Kawi yang kemudian menyeret nama Sarwendah dan dirinya.
Rumor bermula dari sejumlah tayangan yang viral di media sosial soal kesaksian beberapa pihak bahwa Sarwendah datang ke Gunung Kawi melakukan ritual, yang akhirnya menyeret nama Ruben Onsu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berbincang dengan sahabat sekaligus mantan manajernya, Nanda Persada, Ruben sempat tersedak ketika Nanda bertanya soal isu Gunung Kawi yang viral di media sosial.
Ruben kemudian bersedia untuk menanggapi rumor mistis yang menyelimuti masalahnya dengan Sarwendah tersebut. Menurut Ruben, dirinya hanya ingin fokus pada hak asuh anak.
“Gue tidak ada andil untuk jawab itu, karena yang gue fokus adalah tentang hak asuh anak, itu. Jadi gue tidak mau pecah fokus, gue hanya mau andil soal hak asuh anak. Itu saja,” kata Ruben dalam video yang tayang pada Senin (6/7).
“Karena hak asuh yang gue bahas ini, mau siapa pun yang menang, gue cuma minta patuhi peraturan yang sudah ditentukan. Kita kan bercerai dari pengadilan, ikuti.”
“[Katanya] tinggal komunikasi saja ke ibunya, sudah baca kan? Sama ibunya dilempar lagi ke sini, ditanyakan ke anaknya. Anaknya punya persepsi sendiri, jadi gue merasa siapa yang orang tua di sini?”
“Betul [Sarwendah tidak mempersulit] karena dilempar lagi ke anak. Pertanyaannya adalah apapun yang dinego oleh anak-anak, kita ini orang tuanya yang tidak boleh kalah argumen, tapi dengan cara yang enak. Jadi poinnya, apasih gue cuma minta waktu sama anak, segala aib dibahas, segala ini itu, Ya Allah Ya Rabbi.”
adolescent-substance-abuse.comIndonesia.com
sudah mendapatkan izin dari Nanda untuk mengutip video tersebut.
[Gambas:Youtube]
Rumor pesugihan Gunung Kawi yang menyelimuti masalah Ruben Onsu dan Sarwendah datang setelah sebuah tayangan vlog Pesulap Merah mewawancarai pihak yang diklaim pengelola menyebut nama perempuan itu sebagai tamu yang rutin datang.
Setelah itu, seorang perempuan yang mengaku mantan staf seorang artis bersaksi dalam sebuah siniar bahwa atasannya itu adalah pelaku pesugihan Gunung Kawi. Dalam perjalanannya, ia menceritakan staf lain, suami, hingga anak-anak atasannya sendiri itu diincar untuk dijadikan tumbal.
Netizen kemudian menyambungkan cerita tersebut dengan berbagai pengalaman buruk yang dialami Ruben Onsu dan Sarwendah selama mereka masih berumah tangga, mulai dari sakitnya Ruben hingga berbagai kejadian mistis di rumah tangga mereka.
Dalam kesempatan terpisah, Sarwendah sendiri kemudian mengakui bahwa memang pernah ke Gunung Kawi. Namun kedatangannya adalah untuk syuting acara saluran YouTube miliknya yang memang mengangkat lokasi wisata tersebut.
Ki Hijo yang mengaku mendampingi kegiatan Sarwendah di lokasi tersebut juga membantah bahwa perempuan itu melakukan tindakan yang berkaitan dengan pesugihan.
Selain itu, komunitas di sekitar Gunung Kawi juga menegaskan bahwa kawasan tersebut sejatinya adalah lokasi wisata religi semua agama dan pelestarian budaya leluhur.
[Gambas:Instagram]
(end)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video adolescent-substance-abuse.com]
Baca lagi: Ferrari Resmi Perpanjang Kontrak Charles Leclerc
Baca lagi: Komdigi Temukan Masih Banyak Anak Palsukan Umur untuk Akses Medsos
Baca lagi: 6 Sayuran Ini Efektif Bakar Lemak Tubuh, Tambahkan di Piring Makanmu




10 Responses
Penulis tidak terjebak pada gejala permukaan, melainkan langsung menyasar pada akar masalah yang membutuhkan intervensi strategis https://community.tp-link.com/en/home/forum/topic/199092?replyId=1002460
Saya menikmati cara penulis menyampaikan informasi secara sistematis. Selain artikel ini, saya juga sempat melihat https://esparragosvegasdelgenil.es.tl/HOME–s–Portada.htm.
Saya berharap blog ini terus aktif membagikan artikel yang bermanfaat. Selain di sini, saya juga menemukan referensi melalui https://www.bloggang.com/m/viewdiary.php?id=kriechenbauer&month=10-2007&date=12&group=14&gblog=7.
Saya senang menemukan blog yang fokus pada kualitas konten. Selain itu, saya juga mengikuti beberapa bacaan di [https://pxhere.com/ko/photographer/4083056](https://pxhere.com/ko/photographer/4083056).
Artikel ini memancarkan aura akademis yang kuat, menjadikannya standar baku bagi penulisan esai analitis yang berwibawa. https://coursework.uma.ac.id/index.php/psikologi/issue/view/27
Gak nyangka bakal bahas sedetail ini, salut buat penulisnya! Oh iya, kemarin-kemarin saya juga nemu info yang pas banget ngebahas ginian di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=299706.
Saya sangat menikmati tulisan ini karena langsung pada intinya. Tadi saya juga sempat membaca referensi lain di https://kldp.org/comment/257896 yang membahas hal serupa secara komprehensif.
Penulis berhasil memotong birokrasi informasi yang berbelit-belit dan langsung menyuguhkan intisari strategi yang memiliki daya guna sangat tinggi https://www.dibiz.com/ntxketobhbgummiesbenefit
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu https://kldp.org/comment/254346 yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.
Setuju sama opini penulisnya, apalagi di bagian kesimpulan. Saya sempet baca referensi pendukungnya juga kemaren di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=298313 nyambung banget.